Amir Hamzah

Just learning material sharing …
Subscribe

Archive for November, 2010

Teori Informasi dan Bencana Merapi

November 09, 2010 By: amir Category: opini No Comments →

Bencana erupsi gunung Merapi yang terjadi sejak tanggal 26 Oktober 2010 dengan semburan lahar dan awan panas telah menyebabkan jatuhnya ratusan banyak korban dan ratusan ribu menjadi pengungsi. Ada yang menarik dari kejadian bencana ini, yaitu beredarnya berita-berita SMS yang meresahkan masarakat. Kejadian yang mirip dengan bencana gempa tahun 2006 di Bantul, yang digegerkan dengan isu akan datangnya tsunami, yang sempat membuat panik masyarakat. Isu SMS akan terjadinya gempa menyusul letusan Merapi, atau isu daerah zona bahaya akan diperluas sampai radius 60 km tak kurang membuat panik warga yang sebenarnya berada pada zona aman seperti 25 km atau 30 km dari gunung Merapi.

Ada hal yang sangat vital bagi para pengungsi dan para penduduk yang berada pada zona-zona berdekatan dengan perbatasan zona aman. Bagi para pengungsi tentu kebutuhan logistik, MCK , pakaian, selimut dan seterusnya merupakan kebutuhan wajib yang harus segera dipenuhi. Tetapi selain itu, bagai pengungsi dan bagi para calon pengungsi atau orang yang selalu siap waspada kalau sewaktu-waktu jadi pengungsi adalah kebutuhan akan informasi yang valid dan akurat. Baik isi informasi maupun sumber informasinya. Hal ini penting karena banyak penduduk yang sebenarnya berada pada zona aman, seperti pada wilayah radius 25km atau 30 km tetapi demikian ketakutan karena memang gelegar “erangan”  Merapi demikian menyeramkan seolah-olah seluruh wilayah DIY akan terkena awan panas.

Selama ini informasi massif diperoleh para penduduk, terutama yang bukan pengungsi dan masih dapat mengakses TV atau radio biasanya dengan mengikuti liputan dari media elektronik, yang paling gencar dan menjadi rujukan pertama adalah biasanya TvOne. Sedangkan pengungsi yang tidak dapat mengakses tv biasanya mengikuti informasi melalui radio atau handphone. Hal yang sering terjadi adalah kecenderungan masyarakat untuk mengenggap benar apapun informasi yang mereka terima. Dalam kondisi ketakutan dan panik umumnya mereka tidak sempat berfikir panjang bahwa informsi itu bisa salah, tidak valid dan bahkan cuma hasil rekayasa.

Teori informasi adalah teori yang mempelajari bagaimana informasi disimpan dan ditransmisikan. Perhatian kajian teori ini berkisar bagaimana mengkodekan suatu konten informasi dalam sebuah pesan, bagaimana menyimpan dan mentransmisikan sehingga informasi yang dikandung seminimal mungkin mengandung error.  Persoalan yang dapat ditangani dan lebih sering menjadi kajian adalah bagaimana mengirim pesan sehingga ia tetap valid dan tidak mengandung kesalahan. Teknologi komunikasi saat ini sudah dapat mencapai suatu tingkatan bahwa pesan yang dikirim akan dapat diterima oleh penerima hampir tanpa kesalahan, seperti  SMS  misalnya, sepanjang jumlah karakter yang diketikkan tidak terlalu panjang sudah hampir dapat dijamin bahwa pesan yang diterima akan bebas dari error.

Namun ternyata ada yang lebih krusial dari proses pengiriman informasi yang bebas dari error, yaitu isi informasi  atau hakekat informasi itu sendiri apakah memang benar-benar informasi yang benar. Pertanyaan yang terakhir ini mungkin bukan lagi ranah teori informasi.

dapat  ada mengenai kesalahan informasi

(to be continued…)